Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penggugah

Membangun Peradaban Melelui Mentoring

Gambar
Membangun peradaban madani bukanlah sebuah utopia yang tidak dapat terlaksana pada zaman sekarang. Karena tingkat komplekstivitas yang sangat tinggimaka dibutuhkan  role model  yang sangat jelas untuk membangun kondisi masyarakat yang sangat ideal sebagaimana masyarakat madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW. Sehingga dengan mengikuti sunnah Nabi dalam membangun peradaban madinah dan menerapkannya serta mentransformasikannya dalam kehidupan di era modern ini maka bukanlah hal yang mustahil peradaban Indonesia madani bisa terwujud di suatu hari nanti. Dalam membangun peradaban madinah, Nabi melakukannya melalui serangkaian proses tarbiyyah dan dakwah yang dikemas secara rutin. Pembelajaran tersebut bisa bersifat harian seperti sehabis shalat, atau mingguan seperti khutbah jum’at, atau tahunan seperti khutbah haji, atau yang bersifat  eventually saja seperti khutbah haji wada. Tapi rangkaian dakwah dan tarbiyyah Nabi tidak hanya dakwah  verbal saja yang hanya m...

BEGINILAH MEREKA MENGHANCURKAN KITA

Gambar
Sumber : fsldk.org by  mujahid  on  July 17, 2012  with  0 Comments  in  artikel Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat. Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun ...

Superheroines (Juara 3 Lomba Esai)

Oleh : Dhania Putri Sarahtika (XI IPS) Superheroines memiliki arti female superheroes atau pahlawan super wanita. Jika Anda mendengar julukan tersebut, apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Saya yakin yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda adalah perempuan bertubuh langsing yang yang dibalut dengan pakaian berbahan latex beserta rambut panjangnya yang terurai, ditambah lagi dengan kemampuan bela diri yang handal dengan kekuatan super. Dari mulai The Powerpuff Girls sampai Tokyo Mew-Mew, Silk Spectre sampai Wonder Woman, Storm sampai Elektra, semuanya adalah apa yang kebanyakan orang anggap sebagai superheroines. Namun, tidakkah Anda sadari bahwa ada yang lebih cocok untuk disebut sebagai superheroines? Ada orang-orang yang nyata, lebih dekat dengan kita, yang lebih berhak mendapat gelar superheroines dibandingkan karakter-karakter yang telah saya sebutkan di atas, yaitu ibu kita sendiri. Lantas, apakah yang membuat seorang ibu lebih cocok...

Hidayah Itu Dijemput, Bukanlah Ditunggu (Juara 1 Lomba Esai)

Oleh : Brian Shabrina (X-9) Dulu aku terbilang murid yang ‘gaul’. Yaa, tapi maksud gaul disini bukan gaul yang bandel, bukan. Jadi dulu aku masuk kedalam salah satu geng disekolahku. Dan geng itu memang terbilang terkenal disekolahku. Didalam geng itu terdiri dari 15 orang. Dan tidak ada satu orangpun yang berjilbab. Banyak kegiatan-kegiatan yang kami lakukan bersama, kami nonton film dibioskop bersama,  kami tertawa bersama, kami menangis bersama, kami ada satu sama lain. Jika ada yang mempunyai masalah, jika kami bisa membantu, kami membantunya. Kami ke mall bareng. kamipun juga sering kerumah salahsatu orang dari kami dan disana kami hanya curhat-curhatan tentang masalahnya atau tentang sesuatu yang menggembirakan. Karena disekolahku setiap hari jumat diwajibkan memakai kerudung. Aku dan teman-teman gengku biasanya memakai kerudung yang langsung pakai, setelah pulang sekolah, aku dan teman-temanku melepas kerudungku lalu pergi ke mall, restaurant at...

Mengapa Rasul Mendengar Terompah Bilal di Surga?

Gambar
Hamba yang paling dekat kepada Allah Yang Maha Esa, adalah orang yang paling dekat kepada ketaatan dan paling jauh dari kemaksiatan. Suatau ketika, segolongan shahabat berdiri didepan pintu Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab ra, meminta izin untuk masuk pada hari pertemuan saat muktamar diadakan setiap tahunnya oleh Amirul Mukminin. Mereka hendak masuk menemuinya. Siapakah golongan shahabat itu? Apa kriteria shahabat yang diizinkan masuk oleh Amirul Mukminin? Dan apa sajakah keahlian mereka yang menyebabkan mereka dapat masuk menemui Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab? Mereka yang sudah berada di depan pintu itu, Abu Sufyan Ibn Harb, manan panglima perang Qurays, yang sudah masuk Islam, dan pernah memerangi Rasul shallahu alaihi wa sallam, dan kemudian mendapatkan hidayah. Ada Al-Absyamiy dari kalangan Bani Abdu Syams dari kalangan keluarga Arab yang paling tinggi nasabnya.Lalu, Suhail ibn Amr, juru bicara Arab, dan yang lainnya ada pula Al-Haritz ibn Hisyam. Mereka be...

Beruswah Kepada Nabi Muhammad

Gambar
  Sahabatku, kita punya cara untuk mengenang orang paling mulia di dunia, Nabi Muhammad saw.. Catatan ringkas ini semoga menjadi renungan buat kita. Berteladan kepada Nabi saw. Dia sejatinya uswah, pasti tidak akan membuat kita kecewa! 1) Kalau ada pakaian yang koyak, Nabi saw menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. 2) Setiap kali pulang ke rumah, bila belum tersaji makanan karena masih dimasak, sambil tersenyum beliau menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Aisyah menceritakan bahwa kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. 3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudahnya. 4) Pernah beliau pulang menjelang pagi hari. Tentulah beliau teramat lapar waktu itu. Namun dilihatnya tiada apa pun yang tersedia untuk sarapan. Bahkan bahan mentah pun tidak ada karena ‘Aisya...

Becermin Kepada Khalid bin Walid

Gambar
Melakoni jalan hidup tak ubahnya seperti menelusuri jalan setapak di pegunungan. Kadang menurun, suatu saat menanjak melampaui pucuk pohon tertinggi. Saat itulah, semua terlihat kecil. Bahkan, puncak gunung pun ada di telapak kaki. Berhati-hatilah, karena di balik gunung ada jurang. Kurir Khalifah Umar Al-Khaththab agak heran dengan reaksi Khalid bin Walid. Selepas membaca surat khusus Khalifah, panglima perang Islam yang kesohor itu bicara pelan kepada sang kurir. “Jangan sampaikan pada siapa pun isi surat ini.” Dan kurir itu pun setuju. Itulah pesan Khalid bin Walid sesaat setelah membaca surat penghentian jabatan panglima perang dirinya. Sama sekali, hal itu bukan lantaran ia menolak titah khalifah yang baru dilantik. Bukan pula karena khawatir kalau popularitasnya akan merosot. Ia cuma ingin menjaga agar semangat pasukan tetap prima. Dan kemenangan Perang Yarmuk yang sedang bergolak pun bisa diraih. Popularitas Khalid dalam kemiliteran Islam saat itu, memang nyaris t...

Kemarin Aku Mati

Gambar
Penulis: Evatya Luna (Sumber :  annida-online.com)   Kemarin aku mati. Entah amalan apa dan kebaikan yang bagaimana yang membuatku kini sampai pada beranda surga. Aku terkesima. Takjub dalam waktu cukup lama memandangi kedahsyatannya. Ketika kembali sadar ini surga, terlonjak gembira. Celingak-celinguk mencari kerabat yang kenal. Ah, tak kutemukan. Mungkin karena mati muda, atau bisa jadi karena aku cucu ndak genah yang tak mengerti pasti silsilah apalagi wajah moyangnya. Anehnya, bisa kupandangi dunia fana yang sedikit pun tak terganggu dengan ketiadaanku. Oh yeah, who am I? hehehe … Okay, jika dunia tak peduli aku pergi, aku tak sedih. Toh sekarang aku di sini. Kukitari taman firdaus yang aduuhh…, tak mampu  dideskripsi. Tersenyum pada seluruh penghuni yang wajahnya berseri. Sekali lagi kuingatkan, ini surga, Kawan! Tak ada muram durja. Sebagai manusia, kebahagiaan kala itu ingin kubagi. Sayangnya aku tak punya siapa-siapa untuk be...

UIKMI Untuk kita...

UKMI : Untuk Kaum Muslimin Indonesia, Aku tahu jumlahmu banyak, engkau bersyahadat, engkau oang yang baik, engkau tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan aku juga tahu bahwa engku Muslim. Tetapi kenapa, negara ini kok masih ruwet-ribet-macet-seret-corrupted? Aha Umi Kita Mempunyai Inisiatif : Itu semua terjadi karena Apa yang kita tahu hanya sebatas tahu, tanpa diamalkan.. UKMI .. disadari atau tidak, memang itulah yang sedang terjadi, so Upayakan Kita Mempertebal Iman, Uaha Konkrit Mengamalkan Islam.. Bersama Untuk Kebahagiaan Masadepan Indonesia... UKMI : Untuk Kamu Mahasiswa Islam, musti Usaha Konkrit Mengamalkan Islam, Jngan Ikut-ikutan tnpa thu dasar rujukn, jangan asal kata mereka eh yang bisa bikin taklid buta, trus gimana? ikutan aja kajian di UKMI > Usaha Kita Mengenal Islam, Upaya Kita Memperdalam Islam, Upaya kita mempertebal Iman, Usaha Konkrit Mengamalkan Islam...

Palestine… Emang [Amira] Pikirin

Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html Oleh   Yuherina Gusman Amira membanting pintu kamar dengan geram, menghempaskan langkahnya dengan sekuat tenaga sebelum akhirnya menghamburkan badannya ke tempat tidur dan menangis sepuas-puasnya di sana. Angle, teman sekamarnya asal Vietnam hanya bisa bingung, namun tak kuasa bertanya, “ada apa?”. Tanggis itu tak juga reda, ketika sore telah tergantikan malam. Amira mulai beranjak ke meja belajarnya, membuka laptop putih mungilnya dan mulai menuangkan segala rasa yang menganggu beban pikirannya di sebuah software diary yang memang sengaja diinstallnya beberapa waktu yang lalu. Menulis… merupakan salah satu terapi bagi gadis yang tak banyak bicara ini. Apalagi semenjak kehadirannya di bumi Formosa sebagai salah seorang mahasiswi disebuah kampus ternama, menjadikannya semakin larut dal...