Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Maksiat Koq Bangga

Gambar
Maksiat Koq Bangga Manusia memang tidak lepas dari salah dan lupa. Opsi terbaik saat kita khilaf adalah sesegera mungkin bertobat, bersungguh-sungguh menyesali dosa kita, tidak mengulanginya lagi dan banyak beramal saleh dengan harapan agar amal saleh tersebut dapat menghapus dosa yang pernah kita perbuat. But, the problem is, kadangkala, ada seseorang yang dengan bangganya menceritakan kelamnya masa lalu atau aib yang pernah ia lakukan. Mungkin kita pernah mendengar seseorang bercerita–dengan santai dan cekakak-cekikik - tentang list aib-aibnya, seperti kalimat di bawah ini: “Saya pernah pacaran dengan si A dan si B lho, bla… bla… bla”. “Gue dulu suka minum miras, merk A dan merk B mah sudah jadi langganan Gue…” Hei… bukankah pacaran dan mabuk miras itu dosa? Lantas kenapa mesti diceritakan dengan penuh kebanggaan? Bukankah dosa-dosa itu semestinya disimpan rapat, tak usah ada yang tahu. Jika perlu, simpan dosa-dosamu dalam brankas dan buang ke laut. Aneh bukan, berma...

Hidayah Itu Dijemput, Bukanlah Ditunggu (Juara 1 Lomba Esai)

Oleh : Brian Shabrina (X-9) Dulu aku terbilang murid yang ‘gaul’. Yaa, tapi maksud gaul disini bukan gaul yang bandel, bukan. Jadi dulu aku masuk kedalam salah satu geng disekolahku. Dan geng itu memang terbilang terkenal disekolahku. Didalam geng itu terdiri dari 15 orang. Dan tidak ada satu orangpun yang berjilbab. Banyak kegiatan-kegiatan yang kami lakukan bersama, kami nonton film dibioskop bersama,  kami tertawa bersama, kami menangis bersama, kami ada satu sama lain. Jika ada yang mempunyai masalah, jika kami bisa membantu, kami membantunya. Kami ke mall bareng. kamipun juga sering kerumah salahsatu orang dari kami dan disana kami hanya curhat-curhatan tentang masalahnya atau tentang sesuatu yang menggembirakan. Karena disekolahku setiap hari jumat diwajibkan memakai kerudung. Aku dan teman-teman gengku biasanya memakai kerudung yang langsung pakai, setelah pulang sekolah, aku dan teman-temanku melepas kerudungku lalu pergi ke mall, restaurant at...

MEMBUNUH IMPIAN

Gambar
Penulis : Alike Mulyadi TANGANNYA menjinjing kotak semir, sambil mengusap peluh dikeningnya, dia datang menghampiriku dan menawarkan jasa semir sepatu; "Om semir Om, seribu perak!" Aku tersenyum melihatnya kala itu, sepatuku memang kulit tapi bahannya terbuat dari kulit no buck; yang jelas butuh semir khusus untuk merawatnya. Aku tak ingin membuat dia kecewa, aku suka dengan bocah yang rajin bekerja dan tentu saja aku prihatin dengan keadaannya saat itu. "Adik kecil sepatuku tak perlu disemir, kamu duduk  dan bercakap sebentar dengan aku ntar aku kasih 5.000 perak! mau?" Dia melongo menatapku, entah karena tak percaya atau karena khawatir aku punya niat buruk. Kereta yang kami tumpangi masih melaju, para pedagang sibuk menawarkan dagangannya, para pengamen mulai bergerak dari gerbong ke gerbong. Entah mengapa aku begitu suka naik kereta, kadang tanpa tujuan sekedar menghabiskan waktu liburan sambil melihat kehidupan langsung masyarakat luas. Sud...

Gelapnya Kedhaliman

Gambar
Sadar atau nggak, mungkin  kita sering berbuat dhalim. Padahal tahu nggak guys? Bahwa kedhaliman bukan sesuatu yang enteng lagi remeh lho!?. Nggak tanggung-tanggung Allah telah mengharamkan segala bentuk kedhaliman, seperti diterangkan dalam sebuah hadits qudsi, “ Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan kedhaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling mendhalimi… ” (Riwayat Muslim) Dalam hadit lain Rasulullah pernah menyatakan, الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  “ Kedhaliman merupakan kegelapan pada hari kiamat.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim) Tahu nggak kamu? Bahwa bahwa kedhaliman merupakan sebab kegelapan bagi pelakunya hingga ia nggak mendapat jalan yang akan dituju pada hari kiamat kelak. Terus apa sich dhalim itu? Dalam bahasa Arab, dhalim berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Asal kata dhalim adalah kejahatan dan melampaui batas,  dan juga menyimpang dari keseimbangan. (A...

Engkau Sang Bidadari Terpilih

Gambar
Wanita terlahir sebagai anugerah terindah dari Rabb Sang Pencipta untuk seluruh semesta. Betapa kelamnya dunia ini tanpa kehadiran seorang wanita sebagai perhiasan di tengah hiruk pikuknya kaum Adam. Pun, dia adalah sosok hamba yang penuh dengan keindahan dan menyejukkan mata yang melihatnya. Tiada tergantikan perannya, hingga tak jarang para bidadari surga iri padanya. Ketulusan dan pengorbannannya begitu dahsyat, hingga mereka pun dikabarkan memiliki 3 tingkat derajat lebih baik dibanding para panglima keluarga. Sebaik-baik Perhiasan Ternyata, dunia yang penuh dengan gemerlap ini hanyalah perhiasan semu yang melalaikan. Keindahannya masih belum bisa menggantikan perhiasan terbaik yang telah diciptakan Allah a dengan rasa cinta. Ya, seindah dan semewah apa pun dunia ternyata tak mampu mengalahkan kemulian seorang wanita. Tapi, bukan semabarang wanita tentunya. Hanyalah wanita salihah yang mendapat predikat kebaikan lebih baik dari dunia dan seisinya. Rasulullah n, ...

Fenomena Akhwat Facebook-ers

Gambar
Fenomena Akhwat Facebook-ers Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB.. ”Ada FB ga?” ”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..” Tak berapa lama kemudian. ”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih?? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com. ”Itu semua foto keponakanku yang lucu.. ”, jawabku. Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga.. “De’ kok di FBmu ga ada fotomu siih??”, tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku. “Hehe.. Ntar banyak fansnya..”, jawabku singkat sambil nyengir. Suatu siang di pertemuan pekanan.. “Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak??”, tanya seorang adik yang hanya berbeda setahun dibawahku.. “He..”, jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa. Suatu malam di rumah seorang murid. ”FBmu apa?? Saya add ya..”, tanya bapak dari muridku. Setelah add FBku sang bapak bertanya: ”Kok ga ada fotonya siih??” Aku hanya bisa b...

Kemarin Aku Mati

Gambar
Penulis: Evatya Luna (Sumber :  annida-online.com)   Kemarin aku mati. Entah amalan apa dan kebaikan yang bagaimana yang membuatku kini sampai pada beranda surga. Aku terkesima. Takjub dalam waktu cukup lama memandangi kedahsyatannya. Ketika kembali sadar ini surga, terlonjak gembira. Celingak-celinguk mencari kerabat yang kenal. Ah, tak kutemukan. Mungkin karena mati muda, atau bisa jadi karena aku cucu ndak genah yang tak mengerti pasti silsilah apalagi wajah moyangnya. Anehnya, bisa kupandangi dunia fana yang sedikit pun tak terganggu dengan ketiadaanku. Oh yeah, who am I? hehehe … Okay, jika dunia tak peduli aku pergi, aku tak sedih. Toh sekarang aku di sini. Kukitari taman firdaus yang aduuhh…, tak mampu  dideskripsi. Tersenyum pada seluruh penghuni yang wajahnya berseri. Sekali lagi kuingatkan, ini surga, Kawan! Tak ada muram durja. Sebagai manusia, kebahagiaan kala itu ingin kubagi. Sayangnya aku tak punya siapa-siapa untuk be...

Palestine… Emang [Amira] Pikirin

Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html Oleh   Yuherina Gusman Amira membanting pintu kamar dengan geram, menghempaskan langkahnya dengan sekuat tenaga sebelum akhirnya menghamburkan badannya ke tempat tidur dan menangis sepuas-puasnya di sana. Angle, teman sekamarnya asal Vietnam hanya bisa bingung, namun tak kuasa bertanya, “ada apa?”. Tanggis itu tak juga reda, ketika sore telah tergantikan malam. Amira mulai beranjak ke meja belajarnya, membuka laptop putih mungilnya dan mulai menuangkan segala rasa yang menganggu beban pikirannya di sebuah software diary yang memang sengaja diinstallnya beberapa waktu yang lalu. Menulis… merupakan salah satu terapi bagi gadis yang tak banyak bicara ini. Apalagi semenjak kehadirannya di bumi Formosa sebagai salah seorang mahasiswi disebuah kampus ternama, menjadikannya semakin larut dal...